Sabtu, 03 Februari 2018

Hujan (ber)beda


Hujan kembali membasahi bumiku, aku tahu Allah selalu untuk hambaNya.
Hujan adalah rahmat, dan rahmat selalu membawa kebaikan.
Hujan kali ini berbeda untukku meski setiap hujan memiliki ruang dan arti sendiri dalam jiwa.
Hujan turun mewakili rasa gusar, penyesalan, kurasan emosi dan juga rasa.
Hujan turun menghapus jejak masa lalu dan menutup lubang penyesalan. Karena setelah saat ini, tak ada lagi air mata, tak ada lagi penyesalan karena telah kuhempaskan pada langit telah kuceritakan laraku pada mendung dan telah ku raih indahnya malam untuk hari-hariku.
Aku yang terus menyesali masa lalu, nyatanya tak pernah benar-benar beranjak dari masa lalu dan masih terkungkung di dalamnya dan itu adalah kesalahan.
Buat apa aku menyesali? Dan hanya terus menangisi? Dan meratapi? Di saat yang bersamaan aku mampu berdiri kokoh atas izin Tuhanku dan cinta Tuhanku. Buat apa menyesali? Jika pada akhirnya hanya luka yang kian menganga dan pada saat bersamaan obat terdekat adalah mendekatkan cintaku pada cintaNya?
Tidak lagi. Tak ada lagi air mata ku saat ini untukmu d masa lalu. Karena masa lalu tak pernah menang dalam perkara apapun.
Pergilah, enyahlah krn cerita masa lalu hanya berhak dikenang bukan untuk dihidupkan kembali.
Ada banyak cinta, kasih, kebahagiaan yang mampu aku hasilkan saat aku berlalu meninggalkanmu d belakang. Atas izin Tuhanku aku bahagia meninggalkanmu jauh d belakang sana dan telah kutemukan cinta dan kasih tak berpenghujung dariNya.

Mksr, 02 Jan '18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar