Sabtu, 10 Desember 2016

Menjagamu

Malam itu saat d semua mata telah terpejam.. justru mata in mendadak terbuka d penuhi peluh d pipi dan sekujur tubuh.
Membuatku menatap jam tepat "pukul 01:00" batinku..
Ada rasa yang ingin ku lontarkan, membuncah seketika, menatap jendela dengan lamat-lamat..
Sungguh malam itu perasaan semakin tidak menentu..
Ada rasa takut yang defenisiny pun aku tak mampu gambarkan
Ada rasa kecewa yang mengiris setiap memori it terputar
Ada rasa sedih yang tak mampu elakkan setiap bayang bayang it hadir..
Aku terkadang harus membuat hati dan jiwa in memiliki mental yang baja untuk menerima setiap goresan pena dari Ilahi..
Aku harus menata kepingan kepingan jiwa yang telah koyak saat nalarku tak mampu membaca kedalaman cinta sang Maha Cinta.
Aku harus tetap berdiri saat ada banyak yang berusaha mengusikku dan masa laluku.
Aku harus tetap belajar menjadi baik meski ada saja perkara-perkara yang menguji "kebaikan"
Aku harus tetap belajar menjadi sabar meski ad saja yang bermain api d belakang kita
Malam itu tetap menjadi tanda tanya hingga saat ini.
Saat semua perasaan menyatu dan mengusik segalanya maka percayalah Allah sedang rindu untuk kau memohon padaNya tentang ketenangan jiwa..
Ya Ilahi.. andai malam itu tak pernah terjadi mungkin aku tak pernah memahami mengapa jejak kakiku masih berpijak d bumiMu..
Wahai Maha Pembolak Balik hati setiap Insan aku hanya ingin tetapkan hatiku dan hati-hati orang yang aku cintai atas AsmaMu tetap d atas dien in yang bukan perkara mudah bertahan d atas sunnah d zaman penuh fitnah.
Zaman d mana semakin sulit dibedakan mana kawan dan lawan mana musuh dan bertopeng kawan.
Zaman kecanggihan teknologi menutup pintu tabayyun.
Zaman kebenaran terasingkan dan kebohongan d sanjungkan..
Sungguh..
Inilah zaman yang d sebut "Bak Menggenggam Bara Api"

Malam itu aku hanya takut kehilangan hidayah d mana tak ada yang lebih berharga selain HIDAYAH!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar