Sabtu, 07 Mei 2016

Ketika "Saudara" kita memanggil

Butakah kitaaa atau memang dunia ini mendadak "diam" saat ribuan, jutaan saudara kita terluka karena rezim Yahudi dan antek2nya??
Butakah kitaa atau memang dunia ini selalu bermasa bodoh saat yang tertimpaa itu saudara kita??
Butakah kitaa atau memang dunia selalu menggambarkan ketidakadilan ketidak pekaan jika yang tersakiti adalah saudara kita??
Kadang kala aku terhenyang d sudut pikir ku sendiri, menanyakan apa yg bisaa aku, kita, kalian untuk mereka dan ternyata dari sekian jawaban yang ada adalah DOAKAN MEREKA dalam setiap sujud sujud penghambaan kita kepadaNya DOAKAN MEREKA dalam waktu waktu mustajab kita..
Jarak mungkin menjadi tembok antara kita dan mereka tapi bukan kah DOA tak mengenal jarak dan waktu?? Bukankah ia penghapus ruang antara kita dan mereka??? 
Panjangkan tangan kalian, lembutkan suara kalian memintalah padaNya dengan penuh kekhusyukan seakan-akan yang jauh disana adalah saudaraa sedarahmu..
Apapun yang terjadi mereka kan selalu menjadi saudaramu, karena Allah, RasulNya  dan agamaNya kita menjadi saudara.

Jangan menjadi muslim pasif jadilah muslim yang aktif yang selalu ingin beradaa d barisan terdepan saat mereka terluka meskipun bukan dengan senjataa tapi dengan doa-doa dan sumbangsi dana terbaik kita.

Jangan menutup mata, telinga bahkan hatimu jika dunia in terlalu bisu menyuarakan KEBENARAN kau pun jangan hanya menjadi korban dari kabar "dunia" yg sesat nan sesaat

#Syiria #love #Indo #fath

Selasa, 03 Mei 2016

Takdir

Karena setiap yang terjadi adalah takdir, tak ada yang terjadi secara kebetulan.
Bertemu dengan yang kau sebut "dia" pun adalah bahagian takdir.
Kita terlalu sering terkurung dalam perasaan yang kita buat sendiri.
Terlalu mudah terhasut godaan tuk terbang saat kepayakan sayap itu menghampiri dan kau tak pedulikan apakah itu mampu menghantarkan mu pada tujuan mu atau memberhentikanmu di tengah jalan. 
Yang membuatmu bersedih kecewa hingga marah adalah dirimu sendiri krn "mungkin saja" ekspektasimu terhadap sesuatu terlalu tinggi.
Takdir?? Yah semua yang terjadi telah tertulis rapi d lauhul mahfudz
Kembali ke pokok awal. Yang kau sebut "dia" hanya akan menjadi "dia" takkan pernah pernah menjadi dirinya.
Karena takdir itu perjalanan
Karena takdir itu bahagian hidup
Karena takdir pembelajaran
Karena takdir itu cinta
Saya tiba-tiba teringat tntg obrolan saya dan kakel, ketika kakel itu bercerita tntg "dia" dan mengatakan aku dan dia itu takkan pernah satu. Seperti batu yang takkan pernah mengapung, entah mengapa tiba tiba dikepalaku berpikir tentang batu apung. Ada apa dengan batu apung?? Silahkan menerkaa sendiri 😀😁
Aduh berbicara takdir selalu berkesinambungan dengan cinta.
Aduh love/destiny..
Jangan terjebak jangan terbuai apalagi  yang namanya BAPER
TAKDIR... kadangkala mungkin kau sangat bersyukur pada Allah krn memberimu takdir sesuai harapmu tapi masih kah kau ttp bersyukur saat takdir yang terjadi justru sebaliknya?? Padahal mungkin saja yang sebaliknya itu justru tanda cintaNya padamu..
Takdir?? Bukan kah sehelai daun pun yang gugur di muka bumi ini adalah bahagian takdir?? (Q.s 6 : 59)
Sebenernya mw nulis ayatnya tpi nomor surah sudah mewakili kan yah??

Ini adalah tulisan saya terpanjang di blog saat in krn ap?? Saya terinspirasi dari apa yang kakel saya alami beberapa hari in.

Sekali lagi takdir bukan hanya tentang cinta tentang jodoh takdir sudah dapat dipastikan ia juga berbau kematian.

Karena cinta adalah kehidupan takdirpun akan turut serta mewarnai hal yang kau sebut "cinta"

Senja

Memilihmu untuk memberhentikan setiap kesibukanku hanya untuk menatap mu.
Menikmati setiap siluet siluet yang kan  tercipta, masih seperti dulu aku ttp d sni beradu dengan segala amuk dalam pikiran dan juga masih d tawan oleh perasaan yang aku cipta sendiri.
Tapi sayang belakangan ini kau tak hadir bahkan terganti oleh kelam.
Aku masih d sini menunggumu untuk hadir di pagi dan sore hariku.
Allah kau cipta langit yang begitu memukau yg membuatku sll merasa menjadi hambamu  yg harus bersyukur.
Allah meski kadang aku lelah namun menatap langit, merasakan lembutnya belaian angin itu membuat ku terbangun dan membuka mata. Bahwa berhenti bukan pilihan. Yah, berhenti tidak pernah masuk dalam pilihan orang-orang yg ingin berusaha.
Tetaplah mencipta kedamaian senja meski perasaan dan pikiranku terlihat kalut.

Thank a lot Allah..